Rabu, 08 Januari 2020

CERPEN / CERMIN REMAJA PERJALANAN CINTA

Setelah mencoba membuat blog beberapa puisi, disini saya mencoba membuat blog dari beberapa cerpen / cermin yang pernah saya muat dibeberapa medsos.
Masih sama dengan puisi, cerpen saya kali ini juga masih bercerita tentang cinta, rindu dan kecewa.
Karena cinta memang tak parnah lepas dari kehidupan manusia. Dan perjalanan cinta sangat asiikk buat dinikmati. Semoga cerpen saya kali ini dapat diterima di hati pembaca.

 


CORAT MORET SIANG

       Tiba tiba ada yang menepuk punggungku dari belakang, spontan aku kaget..
Dengan reflek kubalikan tubuh ku ..
Seraut wajah " manis" telah berada tepat di depan mataku. "Hi...pa kabar ".... Kalimat itu langsung saja keluar dari bibirmu. Masih belom hilang rasa kagetku, kau menarik tanganku, sambil berlari kecil..kau bawa aku kesebuah mobil putih yang terparkir tidak jauh dari tempat ku berdiri. " ayo masuk kita makan bakso di tempat yang biasa dulu..masih adakan.."? ujarmu sambil.membukakan pintu buatku. Beberapa detik kau pun telah berada di belakang stir , menghidupkan mesin dan perlahan gerobak putih itu telah melaju di jalan. " kamu gak berubah ya.. Masih gampang banget dikenali" ucapmu sambil tersenyum memandangku.

        Aku pun membalas tatapan matanya... Dalam hati ku membatin.." kau pun gak berubah Angga, masih dengan gaya konyol mu. " kapan kamu datang..kok gak ngasi kabar"? tanyaku pelan. " Barusan dan aku langsung mencarimu , aku mau buat kejutan " jawabmu. "Apa aku berhasil? " Dan kembali bola mata mu tertuju padaku. Kembali pandangan kita bertemu.... Seketika aku sadar tatapan itu bukan seperti tatapan lima tahun lalu...aku seperti merasa ada tatapan penuh cinta di sana...Ah....gak mungkin ini hanya perasaanku saja.... Lagian mana mungkin Angga mencintaiku, dia kan pernah akrab dulu ma sahabatku... "Aku sering mendapat cerita tentang kamu dari Uji .. Dan aku sangat seneng banget saat tau kamu belom punya pacar". Uji adalah nama sahabatku yang dekat dengan Angga . Kenapa.....? Tanyaku . "Karna dengan begitu aku bisa meyakinkan diriku...kalau orang yang kucintai dari dulu belum pernah dimiliki orang, aku mendekati sahabatmu karna dulu aku masih takut mendekatimu...aku takut kau menolakku...Aku telah mencintaimu dari dulu..dari saat kita masih memakai baju abu abu" , kalimat itu keluar begitu saja dari bibirmu. Ah.......kali ini aku benar benar kaget..jantungku seperti mau copot...Apa aku salah dengar?..Tatapan mu tadi.....ah.....benarkah....???


Kota W siang tadi
28 Sept '17


   Malam...
       "Met malam..met rehat , aku sedikit kangen padamu " ucap mu lirih.
    Aku tersentak kaget mendengar semua ucapanmu..seakan tak percaya pada pendengaranku sendiri... kucubit sedikit tanganku. Auu.. sakit , ternyata aku tidak mimpi. Kok bisa ya sosok yang ku kenal begitu angkuh dan acuh bahkan kau tak pernah peduli , bisa juga berkata lembut, batinku. Sedikit ragu aku hanya mampu menjawab, met rehat juga buatmu, makasih karna udah punya rasa kangen "walaupun sedikit" , sengaja kutekan kalimat terakhirku minimal buat jaga imej.

   "Ntar banyaknya kalau ..." , kalimat mu tiba tiba terhenti.. Waduh... aku terjebak dengan kalimatku sendiri. Perasaan malu muncul ,, takut aja dia mengaggapku berharap lebih.. . Kamu tau aku juga kangen... terutama pada puisimu. Kembali kutekankan kalimat terakhir masih dengan alasan yg sama.. "jaim" 😊 . "Terimakasih kalau masih ada rindu buatku. 

       Udara begitu sangat dingin sekali aku pamit rehat, takut adai ada sesuatu diantara kita. Biarlah waktu yang tau jawaban akan sesuatu diantara kita, apakah ada rindu karna cinta atau rindu karna hal yang lain. Dan biarkan dia menjadi sebuah tanda tanya. Tanda tanya yang indah. Biarkan hati yang bicara semaunya , jangan pernah dicegah.. hingga dia menemukan jalannya sendiri , hendak kemana arah tujuan perasaan ini. Andai dia berakhir indah..nikmatilah, tapi andai dia berakhir duka ,,jangan pernah menyesali pertemuan .
Met rehat .. good night....😊😊😊


Kota w , 300118 ; 1837


Cerita Pagi

     "Aku gak jadi ikut,!" ucapku tegas. Tapi mengapa? Bukankah kemrn kamu yang begitu ingin pergi? .
         Ayolah ....please kita pergi ya? .Sedikit memohon dan memasang wajah memelas kau kembali mencoba membujukku. Tidak!! Sengaja suaraku sedikit kutinggikan , aku gak pergi! Kalau kamu mo pergi ya pergi saja, jangan memaksaku lagi.
        Tapi ...kalau kamu gak ikut...gak asyiik suasana kan sepi dan perjalanan serasa membosankan kembali kau mencoba membujukku.. Kamukan emang disuruh ikut...masak kamu berani membantah, ntar malah kenak panggil lagi... 
            Kau kembali mencoba merayuku, kali ini dengan mengatasnamakan pimpinan. Namun aku tetap tak peduli...ada alasan tersendiri yang menyebabkan aku tak jadi ikut di acara kunjungan perkemahan itu. Dan seandainya aku dipanggil, aku siap dan aku tak takut , aku akan mengambil resikonya! .
          Kutatap wajah yang berdiri tepat di depanku..wajah yang tergambarkan kekecewaan bercampur kesedihan. Sebenarnya aku tak tega membuat dia kecewa...tapi bagaimanapun juga aku ada alasan membatalkan kepergianku...
         Andai kau tau ,semua karnamu batinku dalam hati.....


6 Sept '18 




Menghapus Cinta Semusim

       Detak jarum jam di dinding kamarku semakin jelas terdengar . Kesunyian malam kian terasa. Namun aku masih duduk diam tak bergeming, dengan tangan yang masih memegang lembaran diary berwarna biru.
      Kembali kubaca kata demi kata . Baris demi baris yang tertulis rapi di halaman setiap kertasnya. Berisi cerita kita. Kisah bahagia, rindu , cinta bahkan cerita duka menghadirkan air mata.
      Kisah ini akan kuhapus selamanya. Hingga tak ada lagi yang tersisa.
Tuhan... Sanggupkah aku melakukannya? Bagaimana dengan hatiku? Perasaanku? Yang tak pernah henti memikirkannya.
      Kembali kupastikan hatiku.... Yah, aku harus melakukannya demi kebahagiaanmu.
Maafkan aku.... Maaf atas keegoisan ku..
Maaf atas apa yang telah kulakukan padamu.
Aku mengenalmu karena cinta
Hari ini aku melepaskanmu juga karena cinta.
      Aku kalah.....
Aku lelah berjuang sendiri
      Malam kian larut. Dan tiada satupun yang menjamin terhapusnya kisah mampu menghambat datangnya rindu yang kian dirundung sesaknya kalbu.
      Semalaman dengan bertemankan pekatnya malam yang perlahan diguyur tetesan hujan. Aku kembali menangis dan sibuk mengeja samar goresan - goresan tersisa.

130419 : 19:36




CERITA SIANG

     Tidak seperti ruangan lain. Ruangan ini sedikit pengap. Mungkin karena pendingin udaranya cuma berfungsi satu. Tidak sebanding jumlah orang yang berada di dalamnya.
Yah...ini hari keempat aku mendapat tugas mengawas ujian UNBK. Otomatis ini hari terakhir pelaksanaannya.

     Suasana di ruangan labor o1 cukup aman. Semua siswa duduk dengan tertib sambil memandang layar komputer dan membaca satu persatu soal yang tertera di dalamnya.
Namun ada juga diantaranya yang sedikit gelisah.. mungkin pengaruh cuaca yang begitu panas diluar, sedangkan AC tidak semua bisa berfungsi.
Aku hanya duduk di depan , sambil sesekali memandang mereka. Berjaga kalau kalau ada yang bermasalah dengan komputer mereka. Benar saja.. salah seorang siswa me manggil sambil mengacungkan tangannya.


     " Ya .. ada apa nak," ? Aku langsung menyingkapinya. " Perut saya sakit buk, apa ibuk ada minyak angin," ? Spontan aku menggeleng sambil berkata pelan " gak punya, tapi ibuk akan mencoba meminjam sama guru lain, kamu tenang dulu ya.... Anak itupun mengangguk.


      Sedikit bergegas, aku pun menuju ruang teknisi, orang yang pertama kali kulihat dalam ruangan itu seorang lelaki. Wajahnya cukup tampan 😃. Tak lengah dengan wajahnya aku mengatakan kalau ada salah satu siswa yang sakit perut. Dia pun berdiri dan memanggil nama seseorang .
Seorang ibu ibu keluar dari ruangan lain. 


      "Buk, ada yang sakit perut," aku langsung berkata padanya. Baiklah..sebentar saya carikan dulu minyak angin. Iya...makasih buk.
Aku pun melangkah ke tempat ku semula. Mataku sempat melirik pada pria tadi.


      Opppss ternyata dia juga sedang memandangi ku... " Ok..makasih pak, ucapku sambil tersenyum. " Sama - sama buk,... ( dia pun tersenyum )😊
Aku pun duduk kembali ditempat semula. Dan kembali mengawasi siswa.
Cuaca siang ini semakin panas.... Atau aku yang mulai sedikit gerah...😊😊


( Maaf banyak kekurangan..soalnya live 😁 )
250419 : 15:39



CERITA MINI

      Cinta menatapnya dengan mata disipitkan. "Berurusan denganmu selama seminggu terakhir ini sudah cukup menguras tenaga. Aku tidak ingin menyiksa diri lebih lama ," katanya.

      Kali ini Bintang tidak menghentikannya ketika Cinta berbalik dan mulai berjalan menyusuri lorong pertokoan. Teringat sesuatu Bintang berseru memanggilnya, " Kau lupa memberikan nomer handphone mu kepadaku".

      Gadis itu berbalik menghadap Bintang, kaki nya tetap melangkah mundur. " Aku memang tidak bermaksud memberikannya, " balasnya. Lalu berputar kembali memunggungi Bintang. Bintang tersenyum kecil. " Lalu apakah kau yang akan menelponku, " desaknya.

      Tanpa menoleh kebelakang gadis itu berseru, " Jangan pernah memaksa keberuntunganmu !"


kota W , September 10, 2019
16:13



CINTA

      Detak jam menunjuk 20 : 00 tepat. Cinta masih memandangi langit yang tertutup awan hitam.
Rembulan yang kemaren malam terlihat purnama hilang oleh pekatnya malam.
Rintik hujan masih terdengar sayup.

      Disebuah kursi santai, ditemani lampu yang temaram, Cinta masih sibuk memandangi handphonenya. Sesekali dipandanginya jalanan yang sepi. Kegelisahan terpancar dari raut wajahnya yang manis.

      Matanya kembali memandangi handphone, seketika jari jari mungilnya menari di atas keyboard. Sebuah kerinduan hati kembali dituangkannya. Entah sudah yang keberapa kali.. seperti tak pernah bosan, walau dia tau setiap yang diungkapkannya tak pernah mendapat respon. Namun dia percaya suatu saat semua yang ditulisnya pasti akan dibuka.

      Kekuatan cinta yang dimilikinya membuat dia tak pernah berhenti berharap. Walau harapannya kian semu.

      Semua terjadi sejak beberapa bulan yang lalu. Sebuah pertengkaran membuat hubungannya dengan kekasihnya merenggang. Kesalahan fatal telah dilakukannya.

      Seketika air mata jatuh dari sudut bola matanya. Tangisan dari sebuah penyesalan yang tak kunjung hilang tergambar jelas dari raut wajahnya. Sebuah kesalahan yang mungkin tak bisa tuk dimaafkan.

      Begitu rumit kah cinta ini?
Mengapa hadirmu diwaktu yang tak tepat?
Andai waktu bisa diulang, mungkin ceritanya tak akan berakhir seperti ini...

      Namun keyakinan serta ketulusan cinta yang dimilikinya, membuat dia percaya , bahwa cinta itu masih ada di hati kekasihnya.

      Mungkinkah masih ada kesempatan kedua?
Entahlah... Aku akan terus menyimpan perasaan cinta dan sayang ini, walaupun kamu telah pergi dari kehidupanku. Tapi kamu tak akan pernah pergi dari hatiku. Kamu akan abadi, selamanya cinta ini tak akan pernah berakhir... Hatinya kembali membatin pilu... 😭

      Sentuhan angin malam menyentakkannya dari lamunan panjang. Diliriknya jarum jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjuk pukul 22. 00 wib. Dengan langkah terseret malas.. dia pun beranjak dari kursi yang telah didudukinya selama dua jam, menuju kamar tidur.

      Selamat tidur Cinta, istirahatlah dengan penuh damai... Semoga esok hari pagi menyambutmu dengan kehangatan pelukannya...

GCC
Kota W, Dec 14, 2019




ANDAI SAJA

      Malam....
"Met malam....met rehat, aku sedikit kangen padamu", ucap mu lirih. Spontan aku tersentak, kaget mendengar semua ucapanmu, seakan tak percaya pada pendengaranku..kucubit sedikit lenganku. Aaauuu...sakit!! Ternyata aku tidak mimpi. Kok bisa ya sosok yang kukenal begitu angkuh dan acuh bahkan terkesan cuex, bisa juga berkata lembut, batinku.

      Sedikit ragu aku hanya mampu menjawab, met rehat juga buatmu. Makasih udah punya rasa kangen "walaupun sedikit". Sengaja ku tekan kalimat terakhirku , minimal buat jaga imej. " Ntar banyaknya kalau......., kalimatmu tiba tiba terhenti. Waduuuhhh.....aku terjebak dengan kalimat ku sendiri. Perasaan malu muncul. Takut aja dia menganggapku berharap lebih.....

      Kamu tau aku juga kangen terutama pada "puisimu". Kembali ku tekan nada bicara terakhirku, dan masih dengan alasan yang sama "jaim" 😊 " Terima kasih karna masih ada rindu buatku", ucapmu lirih.

      Malam semakin gelap , dinginnya malam semakin terasa. Mungkin pengaruh hujan sore tadi. " Slamat beristirahat....malaaamm..." , kembali kuucapkan padamu. Sekilas kutatap wajahmu, seketika dadaku bergetar hebat..saat kulihat tatapan matamu, hanya sesaat...tapi mengapa pengaruhnya begitu hebat. Ahh...aku tak mau larut dalam anganku. Biarlah menjadi tanda tanya. Apakah rasa rindu karna cinta..atau rindu karna lainnya? Tanda tanya yang indah . Hingga waktu kan menjawabnya. Dan biarkan hati bicara semaunya, jangan pernah dicegah sampai dia menemukan jalannya. Hendak kemana arah tujuan perasaan ini. Andai dia berakhir indah... Nikmatilah. Tapi andai dia berakhir kecewa jangan pernah sesali pertemuan.
Mer rehat....good night..

GCC,
Kota W, Dec 17, 2019





CINTA YANG LARA 

      Senja yang datang sore ini masih ditemani sisa hujan siang tadi.
Perlahan aku bangkit dari kursi yang telah lama aku diami. Ku layangkan pandangan lurus ke depan. Mataku menangkap sosok tubuh kekar dari kejauhan tengah asik melempar karang karang kecil di antara deburan ombak.

      Sepertinya percakapan tadi benar benar telah mengganggu pikirannya.
" Mas yoga, seandainya hubungan kita tidak mendapat restu, dan aku dipaksa harus memilih pilihan orang tua ku, gimna"?
Spontan matamu yang tajam memandangku penuh selidik. " Emangnya itu yang dikatakan orang tuamu"?
Aku hanya bisa tertunduk diam, tanpa berani menatap matanya yang kian berdelik..
"Trus ... Apa arti hubungan kita yang telah berjalan tiga tahun ini? Tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah hubungan, Cinta!
Aku hanya diam.

      Yahh... Bagi sebagian orang mungkin tiga tahun waktu yang relatif pendek, tapi bagi kami tiga tahun teramat panjang. Apalagi hubungan yang kami jalani dipenuhi masalah yang hadir silih berganti. Tetapi berkat kesabaran dan perhatianmu, semua masalah telah mampu kita hadapi.
" Cinta, bukannya orang tuamu telah mengetahui hubungan kita, apalagi mamamu juga selalu memberi suportt, kok sekarang dia ingin menjodohkanmu"?
Perlahan kuangkat kepalaku, kuberanikan diri menatapnya. " Semua berawal saat mama berjumpa tanpa sengaja dengan salah seorang temannya yang baru pulang dari Amerika
Mama mengundang ke rumah, mengenalkannya padaku. Sepertinya mama dan Tante Reren ( itu panggilan ku kepadanya)

      Begitu dekat dan akrab, bahkan telah seperti saudara kandung. Mereka telah berteman sejak kecil hingga sama sama berumah tangga. Setelah nikah Tante Reren ikut suaminya yang ditugaskan ke Amerika . Hingga 23 tahun lebih baru kembali lagi ke Indonesia .
Dia memiliki seorang anak lelaki yang usianya tidak selisih jauh denganku.
Dan Tante Reren menginginkan aku nikah dengan Bernard anaknya. Aku bercerita panjang lebar.
" Kamu menerima"? Ucapmu tajam.
" Apa aku harus merusak hubungan pertemanan yang telah terjalin puluhan tahun dengan penolakanku"?

     Aku balik bertanya. Aku masih ingat malam itu mama masuk kamarku. Dan bercerita tentang Tante Reren. Sampai akhirnya dia mengatakan keinginan Tante Reren . Aku juga masih ingat tatapan mama penuh harap. Bagaimana mungkin aku mengecewakan orang yang selama ini penuh kasih padaku. Apalagi baru ini pertama kalinya mama meminta dan memohon padaku.
Seketika kesedihan tepancar dari wajah tampan dengan rahang yang kokoh, wajah yang tergolong idaman setiap gadis.

      Aku tak bisa lagi membendung air mata yang perlahan tumpah membasahi pipi. Kau menarik nafas berat, seperti ada yang menghimpit dadamu. Perlahan jemarimu menggenggam erat tanganku, mengarahkan ke bibir dan mengecupnya. Aku semakin tak kuasa menahan kesedihan, hingga akhirnya semua tertumpah di dadanya yang bidang.

      Senja hampir berganti malam, kudekati mas Yoga yang masih berdiri di bibir pantai.
" Mas, udah hampir malam. Kita pulang yuuk".

      Pandanganmu beralih padaku, mata itu... Ahhh... Sepertinya mas Yoga habis menangis.
Aku merasa berdosa telah mengecewakan orang yang begitu besar menyayangiku.
Maafkan aku mas Yoga, tapi asal kau tau aku juga merasa kecewa . Keinginan untuk hidup bersamamu dalam sebuah mahligai rumah tangga hancur. Hatiku terluka.
Aku tak tau apa aku bisa menjalani hidup bersama dengan orang yang tak pernah ku kenal sebelumnya.
Hanya waktu yang bisa menjawabnya....

Penghujung senja
Kota W, Dec 24, 2019




Demikian cerpen / cermin yang dapat saya sampaikan. Mungkin disini masih terlalu banyak kekurangan. Karena saya baru pemula. 
untuk itu mohon masukan bagi semua pembaca demi untuk perbaikan tulisan saya kedepannya..
Jangan lupa tulis saja di kolom kementar. 
Atas masukannya saya ucapkan terimakasih...
Salam Literasi..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar